Selasa, 10 Agustus 2010

berguru pada musafir


menatap riuhnya warna dunia
yang telah dipenuhi kemunafikan, egois, srei, drengki, jahil, metakil panasten-dahwen,
menjadi esensi head land berita koran, tv, radio sampai obrolan di warung sekoteng tepi jalan dan lain-lain.

namun, hidup harus terus berjalan.
harus tetap optimis dan tenang,
berbantalkan sabar, berselimutkan pasrah dalam pelukan taqdir.
(Fathurrabbani ; syeh Abdul Qodir Jaylani)


aku melihatlah disana, ada beberapa orang yang tetap optimis dan tetap tenang itu,
di tepi jalan, di sudut kota, di sunyinya hutan dan gunung, di bawah jembatan yang teduh, di makam-makam kuno.

siapakah mereka??
dialah para musafir sejati
penempuh perjalanan fi-llah :
melalui perjalanan panjang ; Abid, Tho'at, mahabbah, keEsaan, fana dan baqa
totalitas cinta gila pada yang maha CINTA
Al-Haq Azza wajalla

Tidak ada komentar:

Posting Komentar