bisikan-bisikan hati ketika dalam perjalan kerohaniahan (suluk), tiba di kampung sufi dan menunggu di paksa masuk Yang Maha Pemilik Istana Cinta.
Kamis, 19 Agustus 2010
duh Gusti, hamba menagis lagi
menghadapMU tidak dengan apa-apa, aku ini tiada apa, gerhana fana mengurung
tak paham tendensi/ condong,
karena rida tak ada rencana, tak kenal mengapa dan bagaimana, bingung, berdiam, menangis bagai mana ini...? aku mencintaiMU, tapi ....apa mungkin..?
diriku telah habis tak tersisa, tak ada yang pantas di banggakan. gagah dan tampan/ rupawan hanya cerita, kekayaan seisi ruang tata kosmos adalah mahlukmu, segala kemulyaan yang disebutkan seisi mahluk adalah hakMU
Duh Gusti,....
hamba menghadapMU tidak dengan apa-apa hamba ini tiada apa habisi diri dengan ketiadaan selalu, karena hanya Engkau yang Maha Wujud, Terdahulu dan Langgeng (ujud, kidam, baqo).
menghadapMU tidak dengan apa-apa,
aku ini tiada apa,
gerhana fana mengurung
tak paham tendensi/ condong,
karena rida tak ada rencana, tak kenal mengapa dan bagaimana,
bingung, berdiam, menangis bagai mana ini...? aku mencintaiMU, tapi ....apa mungkin..?
diriku telah habis tak tersisa, tak ada yang pantas di banggakan. gagah dan tampan/ rupawan hanya cerita, kekayaan seisi ruang tata kosmos adalah mahlukmu, segala kemulyaan yang disebutkan seisi mahluk adalah hakMU
Duh Gusti,....
hamba menghadapMU tidak dengan apa-apa
hamba ini tiada apa
habisi diri dengan ketiadaan selalu,
karena hanya Engkau yang Maha Wujud, Terdahulu dan Langgeng (ujud, kidam, baqo).